(0)

Membangun Rumah Tahan Api
Info Terbaru | 18 Maret 2019

KOMPAS.com - Kebakaran hutan besar yang terjadi di California pada Agustus 2018 silam menghancurkan banyak rumah dan bangunan.

Hal ini kemudian membuat banyak orang memikirkan untuk membuat rumah tahan api.

Insurance Institute for Business and Home Safety mencoba memecahkan masalah ini dengan membangun dua rumah uji coba di Richburg, South Carolina.

Riciannya, satu bangunan biasa dan satu rumah dibangun menggunakan bahan tahan api.

CEO of the Insurance Institute for Business and Home Safety Roy Wright mengatakan, setelah dibangun, rumah tersebut kemudian diuji dengan menggunakan kipas besar dan generator batu bara.

- -(Insurance Institute for Business and Home Safety)Dalam eksperimen ini, dengan jumlah bara dan kekuatan angin yang sama, rumah biasa lebih cepat dilahap api dibanding dengan rumah tahan api.

"Tahan api artinya Anda memasukkan bahan bangunan dan fitur desain yang menolak eksposur bara dan api," ujar peneliti Insurance Institute for Business and Home Safety, Daniel Gorham.

Papan yang digunakan dalam rumah tahan api adalam semen komposit. Material ini memiliki beberapa warna dan didesain mirip dengan tekstur kayu.

Selain itu, lanskap rumah tinggal biasa dilapisi mulsa, sedangkan rumah tahan api menggunakan bebatuan.

Struktur hunian tahan api juga dilengkapi dengan tanaman dengan jarak 1,5 meter serta dinding yang berjarak 15 sentimeter dari tanah.

- -(Insurance Institute for Business and Home Safety)"Kami memiliki lanskap yang tidak mudah terbakar. Dalam hal ini, kami memiliki lapisan bebatuan yang berjarak 0 hingga 1,5 meter dari bangunan. Kami juga memiliki tumbuhan di luar rumah yang berjarak 15 sentimeter, dan ditempatkan secara strategis," ujar Gorham.

Jendela dan pintu juga perlu dibentengi dari api. Gorham menyebutkan, rumah tahan api yang dirancang memiliki kaca dengan dua lapisan serta pintu yang terbuat dari bahan fiberglass.


Sumber : properti.kompas.com


Baca Artikel Terkait
Info Terbaru | 15 April 2019
Generasi Milenial, Simak Tips Berikut Sebelum Beli Rumah
KompasProperti - Sulit dipungkiri bila harga properti dari waktu ke waktu terus merangkak naik. Bagi generasi milenial dengan penghasilan pas-pasan, tentu harus berpikir ekstra keras saat hendak membeli rumah pertama. Ada beberap tips yang bisa dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Seperti yang dirangkum KompasProperti dari Appartmenttherapy berikut: 1. Gambarkan di manaBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 15 April 2019
Tanpa Melibatkan Otak Manusia, Kursi Ini Dibuat dengan Teknologi AI
KOMPAS.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence ( AI) telah merambah industri furnitur. Kini dengan pengaplikasian teknologi, AI dapat digunakan untuk merancang kursi. Sebuah perusahaan perangkat lunak, Starck menggunakan software khusus yang dikembangkan oleh Autodesk untuk perusahaan furnitur Kartell. Teknologi ini diperkenalkan dalam ajang Milan Design Week 2019. -(Dezeen)"Ini adalah kursiBaca Selengkapnya
Info Terbaru | 8 April 2019
Musim Hujan Belum Beranjak, Ini Tips Cegah Rumah Bocor
KOMPAS.com – Memasuki bulan April ini, cuaca tidak menentu terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Kadang matahari bersinar terik, tetapi kadang hujan turun dengan derasnya. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, sering kali hujan deras disertai angin kencang yang bisa mengakibatkan banjir dan kebocoran atap rumah. Maka dari itu, perlu usaha ekstra untuk mewaspadaiBaca Selengkapnya